“Indonesia Kehilangan Orang Tua”

Image

Aneh tapi memang inilah kenyataannya ketika salah satu permerhati anak di hari Anak Dunia tgl 23 Juli 2012 mengatakan “saat ini indonesia kehilangan orang tua ketika anak sudah lebih belajar sama internet ketimbang belajar sama orang tuanya sendiri”. Tidak berlebihan saya rasa ungkapan tersebut, pada kenyataannya di era modern era kebebasan yang sebebas bebasnya masyarakat sudah tidak asing lagi dengan internet bisa dikatakan anak kecil yang berusia balita sudah mengenal hp dan anak usia SD sudah pintar bermain internet dengan mbah google-nya..

Tidak bisa dipungkiri kemaujuan teknologi yang sangat cepat tidak diimbangi dengan kesiapan pemerintah maupun orang tua untuk mengantisipasi dampak buruk dari teknologi yang semakin canggih. Dari segi perilaku misalnya anak anak lebih memilih curat ke media sosial ketimbang menyampaikan permasalahannya ke orang tua mereka, sehingga terjadi jarak antara anak anak dengan kedua orang tuanya. Ketika hal ini tidak disikapi dengan tepat oleh orang tua maka bukan tidak mungkin orang tua akan kehilangan perannya sebagai pendidik dasar karakter anak, yang seharusnya keluarga menjadi pendidikan pertama bagi anak akan tetapi berubah fungsi menjadi tempat tidur dan makan saja sedangkan anak anak lebih senang belajar dan bertanya di prof google-nya”. Bayangkan anak kecil ketika ingin tau akan suatu hal misalnya tentang “sex” tinggal ketik n klik” aja sudah banyak informasi yang bececeran disana, ketika infomasi tidak di sortir dengan tepat anak anak akan mengalami dewasa sebelum waktunya atau salah dalam persepsi..

Oleh karena itu peran pemerintah sebagai pelindung rakyat harus lebih sigap dalam menyelesaikan persoalan ini dan memberikan pendidikan karakter sedini mungkin. Dan perlunya kominfo untuk mengatur regulasi media dan informasi terumata untuk informasi tidak mendidik dari internet maupun televisi.

Peran orang tua sangat krusial di dalam pendidikan anak, seperti kita ketahui dalam (QS) At Tahrim ayat 6 “…Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..”. Seperti disebutkan dalam ayat tersebut apakah kita rela keluarga kita masuk dalam neraka sedang kita masuk surga sendiri, oleh karna itulah dakwah dalam keluarga itu sangat penting dalam kontek ini adalah pendidikan anak di dalam keluarga. Dikisahkan Bahwa Nabi Shallahu’alaihi wasallam mencium Hasan bin Ali, dan disamping beliau ada Aqro’ bin Habis at-Tamimy, maka berkatalah Aqro’: Sesungguhnya aku punya 10 orang anak tetapi tidak seorangpun yang pernah kucium. Lalu Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam melihat kepadanya seraya berkata : Barangsiapa yang tidak mau menyayangi maka ia tidak akan disayangi” (HR Bukhari).

“Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur” ( HR Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy).

Saat ini apakah para orang tua lupa akan keteladanan Rosul dalam mendidik anak atau mereka tidak punya waktu dalam mendidik anak mereka sehingga ujung2nya saling menyalahkan suami dan istri ketika anak mereka nakal. Sebenarnya cukup dengan meluangkan waktu untuk mendidik anak dengan kasih sayang, kesabaran dan ciuman atau bahkan pelukan yang akan membuat hati si anak menjadi tenang sehingga orang tua menjadi tempat kembalinya si anak bukan media sosial yang menjadi tempat curhatnya..

Semoga para orang tua merubah sikapnya dalam mendidik anak-anak mereka sehingga tunas bangsa ini akan mekar dan berbuah manis dengan menebar kebaikan umat manusia..

#Hari Anak 23 Juli 2012

written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

3 responses to ““Indonesia Kehilangan Orang Tua”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: