Semburat Cahaya

Tiap insan manusia pasti mempunyai masa lalu, entah itu masa lalu yang kelam ataupun masa lalu kegemilangan. Tapi saya lebih berharap masa kelam itu ada pada masa lalu saya saja, masa kelam yang membuat saya berani dengan orang tua, masa kelam yang menjadikan saya pemalas, bahkan masa kelam saya dalam berkhalwat dengan wanita yang bukan muhrimnya. Saya pun merasa dihukum oleh Allah, sebagaimana saya kesulitan untuk mendapat kuliah S1 ketika itu, diterima di jurusan hukum UNNES, diterima di Teknik Listrik Poltek, ditengah tengah kepontang pantingannya memutuskan ikut SNMPTN lg, dan nasibnya masih tetap sama diterima pilihan ke 3 di Ilmu Tanah FP UNS, hijrahnya ke Solo membuat saya sedikit sadar arti hidup. Pada tahun berikutnya ikut SNMPTN lagi, dan meningkat pilihan 2 diterima di Ilmu Admistrasi Bisnis FIA UB. Saya tidak pnh menyangka dari kecil berkeinginan astronot, ketika SMA pun sempat ingin jd dokter, tp Allah berkehendak lain. Allah tidak memberikan apa yang aku pinta tp Allah selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Berlanjut akhir kuliah pun Allah berkehendak lain terhadap saya yang notabene saya menyandang gelar aktifis di kampus ternyata lulus 3,5th (belum ada rencana dari awal) dan melanjutkan study di Administrasi dan Kebijakan Perpajakan FISIP UI, padahal rencana sebelumnya ingin study lanjut ilmu pengembangan sumber daya manusia sesuai konsentrasi di S1. Tp apa boleh buat “man purposes God disposes”. Entah aku hanya menjalankan skenario dari Allah SWT, karna aku yakin Allah adalah sebaik-baik Sutradara kehidupan ini.

Dan saya percaya, setiap hal yang saya lalui dan jalani (baik atau buruk) memberikan sumbangan positif bagi pemahaman dalam menjalani hidup ini. Mungkin siapnya baru sekarang: jadi jalan yang saya lalui tidak tiba-tiba terang. Dari pekat gelap pekat perlahan muncul semburat cahaya yang saya ikuti dengan tertatih-tatih, tapi saat Allah menerbitkan kuasa-Nya dengan Kun Fayakun: cahaya itu hadir menerangi jalan dan menghangatkan tubuh lelah saya yang terus melangkah.

Sekarang saya siap menapaki jalan ini, jalan yang semoga berada di jalan-Nya..

written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

3 responses to “Semburat Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: