Solo dengan Jokowi VS Huaxi dengan Wu Ren Bao

Ketertarikan saya pada Jokowi sejak 2007 itu berawal dari seminar nasional “annual conference of economic forum 1” yang diselenggarakan oleh fakultas ekonomi UNS yang pada saat itu sepupu saya jadi panitianya. Bapak Jokowi diundang sebagai salah satu pemateri dalam seminar tersebut, ketertarikan saya mulai ketika bapak Walkot Solo ini menyampaikan kebijakan kebijakan yang tergolong baru atau belum dilakukan oleh wali kota atau bupati yang lain, yang pertama beliau menyampaikan kebijakan pembatasan Mall di kota Solo yang pada hakikatnya pembanguan Mall merupakan salah satu indikator kota modern di zaman ini begitu pula dari sektor ekonomi dari pembangunan Mall dapat memutar roda ekonomi bahkan menciptakan lapangan kerja, beralasan memang kebijakan ini ditujukan untuk melindungi pasar tradisional di kota Solo yang tergolong cukup banyak hingga saat ini.

Kedua kebijakan one day service ini melayani perijinan seperti investasi di kota Solo dengan dengan pelayanan satu atap dan sehari sudah jadi, bahkan transparansi keuangan investasi di tampilkan di tempat tersebut. Ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa menurut saya ketika itu dan bahkan saat ini sudah ditiru oleh berbagai kota atau kabupaten di indonesia termasuk di daerah saya di Rembang Jateng.

Ketiga adalah walikot Solo ini ingin merapikan daerah stadion Manahan kota Solo ini dari pedagang kaki lima, akan tetapi berbeda dengan biasanya walkot ini tidak menggunakan satpol PP untuk menggusur pedagang kaki lima tapi menggunakan pendekatan persuatif mengajak ketemuan perwakilan pedagang hingga lebih dari 50 kali tuturnya.

Ditambah akhir akhir ini di tahun 2012 jokowi berhasil mempopulerkan mobil eSeMKa yang menurut sebagian media sebetulnya bukan asli dari program Jokowi sendiri.

Diskusi mengenai walkot Solo jokowi ini pun berlanjut hingga tadi malam (11/9/2012), ketika dosen saya di matkul Kepemimpinan Strategik dan Perubahan menyampaikan bahwa kepemimpinan Jokowi ini baik dengan pribadinya yang humble katanya dan banyak harapan jokowi mampu memberikan perubahan pada Jakarta apabila terpilih nanti. Tapi ketika saya berargumen bahwa menurut saya Jokowi adalah tipical pemimpin yang bagus interpersonalnya sehingga dicintai oleh rakyat kota Solo bahkan di luar kota Solo tapi kurang bagus terkait dengan kinerjanya dengan asumsi bahwa benar data yang disampaikan oleh Tim Penanggulanan Kemiskinan Daerah Solo tercatat 130 dari 560 kepala keluarga (23%) tercatat sangat miskin. Bahkan ujar Catur Sapto Edy (anggota DPR RI) Solo paling miskin di antara kota lain di Jawa Tengah. Dosen saya mengatakan sulit untuk menjawab persoalan ini karena kita harus melihat trend kemiskinan di kota Solo selama beberapa tahun.

Terlepas dari trend atau angka kemiskinan di kota Solo, kota Solo tergolong kota yang kecil dengan di bandingkan kota kota besar yang lainnya di indonesia harusnya Jokowi mampu untuk mensejahterakan rakyat di Kota Solo dengan berbagai prestasinya bahkan dinominasikan sebagai kandidat wali kota terbaik di dunia oleh lembaga survay. Pandangan saya belum ada korelasi yang signifikan terkait kebijakan kebijakan Jokowi yang pro rakyat di kota Solo dan populernya Jokowi di seluruh media di indonesia dengan kinerja (hasil kerja) Jokowi memimpin kota Solo selama 2 periode ini.

Mungkin terlalu jauh jika saya berharap dan membandingkan dengan desa terkaya di dunia yang pada awalnya daerah miskin tapi dengan sentuhan seorang pemimpin bernama Wu Ren Bao.

Seperti dilansir oleh LENSAINDONESIA.COM: Desa Huaxi, sepertinya bisa membuktikan kepada dunia, sebagai desa terkaya di seantero China, bahkan mungkin di dunia.

Desa yang terletak di Provinsi Jiangsu tersebut memiliki bangunan pencakar langit (skyscraper) yang masuk dalam 15 gedung tertinggi di dunia, hingga transportasi publik yang bukan lagi mobil atau bus, melainkan helikopter.

Tahun lalu, desa ini memamerkan kekuatan ekonominya dengan membuka secara resmi gedung pencakar langit, Hanging Village of Huaxi. Gedung ini memiliki tinggi 328 meter.

Menara ini ada di peringkat ke-15 pencakar langit tertinggi di dunia. Posisinya lebih tinggi dari Menara Eiffel di Paris dengan tinggi 324 meter.

Dikutip Daily Mail, Minggu (12/08), pembangunan menara dengan 74 lantai ini memakan waktu hingga empat tahun. Menara berupa hotel dan hunian ini memakan biaya hingga 301 juta poundsterling.

Beberapa pihak membandingkan menara ini seperti trofi Piala Dunia, karena bagian puncaknya berbentuk bola kaca. Sementara pihak lain mempertanyakan kelanjutan menara ini mengingat lokasinya di Huaxi Village.

Dana untuk pembanguannya sebagian besar berasal dari warga desa, yang merayakan hari ulang tahun desanya ke-50 di saat yang bersamaan dengan pembukaan gedung tersebut secara resmi. Tiap warga memberikan uang sebesar 10 juta poundsterling.

“Bangunan ini merupakan simbol kolektivitas. Bangunan ini memiliki 800 kamar suite dan dapat menampung sekitar 2.000 orang. Ada sebuah ruang pameran, restoran berputar, kolam renang atap, dan kebun,” jelas Wakil Ketua Partai Desa Zhou Li.

Di lantai 60 ada pemandangan yang menakjubkan dan patung seekor sapi jantan yang dibuat dari satu ton emas. Tujuan utama dari pencakar langit ini adalah mengurangi beban mengingat desa ini memiliki sumber daya lahan yang terbatas.

Diharapkan juga hal ini akan membantu meningkatkan standar hidup rakyat Huaxi. Desa ini telah berubah secara signifikan selama 30 tahun terakhir dari desa miskin menjadi lokasi favorit berbagai perusahaan dan simbol pertumbuhan ekonomi negara.

Kini, desa Huaxi menarik para pebisnis di bidang shipping, tembakau, baja, dan tekstil. Warga di Huaxi Village pun bisa menikmati perawatan kesehatan dan pendidikan gratis.

Selain menara supertinggi dan patung lembu dari emas dengan nilai USD50 juta, kini Huaxi Village memiliki layanan taksi baru berupa helikopter.

Helikopter akan membawa para penumpang dari Huaxi Village di Provinsi Jiangsu, China Timur ke kota-kota di sekitarnya selama 10 menit. Helikopter ini dioperasikan perusahaan Tongyong Airline Company.

Huaxi, yang menjadi pusat pariwisata dan teknologi baru, disebut sebagai desa dengan warga jutawan di China.

“Penumpang kami harus sampai di tempat tujuan dalam waktu cepat. Jika mereka tidak menggunakan jasa kami, mereka tidak akan berada di kereta. Itu karena mereka menggunakan helikopter sendiri,” jelas juru bicara perusahaan.

Desa dengan penduduk 2.000 jiwa ini telah lama dikenal sebagai desa terkaya di China. Bahkan setiap warganya memiliki simpanan setidaknya USD250 ribu di bank

Video for Huaxi

A Chinese village where everyone has a car, house, money and free cooking oil … as long as they work seven days a week and never leave.

Script: Mark Griffiths & Rahul Venkit. Camera, editing: Rahul Venkit. Production assistants: Luting & Liu Donghui. http://crienglish.com

sumber LENSAINDONESIA.COM & Youtube

written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: