Lelaki Tua si Penjual Bakso

Seorang lelaki tua itu masih saja tetap seperti dulu menjalankan aktifitasnya berjualan Bakso di kantin sekolah, aktiftas sehari-harinya sebelum matahari bersinar laki-laki tua itu sudah berjalan kaki ke pasar untuk berbelanja kebutuhan jualan baksonya menariknya lelaki tua itu berjalan tanpa menggunakan alas kaki tiap kali pergi entah ke pasar ataupun ke kantin sekolah. Entahlah apa yg membuatnya tidak pernah menggunakan alas kaki setiap bepergian. Yang jelas penjual bakso itu mengajarkan kita akan kegigihan, di usianya yg renta masih tetep gigih bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, di usianya yang renta dia tetap saja bersemangat. Berbeda halnya dengan orang-orang biasanya atau pada khususnya pelajar yang selalu mengharapkan hari libur weekend ataupun liburan panjang sekolah, laki-laki tua ini justru selalu menanti-nati hari efektif kerja atau lebih tepatnya hari-hari efektif belajar mengajar, bagaimana tidak laki-laki tua ini menggantungkan kehidupannya dengan berjualan bakso di kantin sekolah menengah pertama (SMP).

Selalu tersenyum riang itulah karakter bapak ini ketika menyapa atau disapa oleh orang, beban hidup yang berat tidak membuatnya murung atau bahkan menyerah kepada kehidupan yang dilain pihak banyak orang tua renta memilih untuk berdiam diri di panti jompo atau memilih untuk mengimis meminta belas kasihan orang. Lelaki tua ini seolah-olah masih separuh baya mempunyai fisik yang kuat untuk aktifitasnya sehari-hari.

Lelaki tua ini menginspirasi saya bahwa hidup itu tidak untuk berpangku tangan, terus bergerak untuk mencari karunia Allah walaupun di usia yang sudah lanjut.

Wallahu’alam semoga Allah melimpahkan karunia dan rahmatnya pada lelaki tua ini.

Written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

5 responses to “Lelaki Tua si Penjual Bakso

  • Darmanto Muat

    Hmm… I’m a child of meatball trader.. I love them, my parents.
    They try to give the best however so hard..
    Their loves never end for me, their son.

    nice post Mas..
    tetap semangat berbagi,
    salam sahabat,

  • Temen di twitter

    Ceritanya menginspirasi.Tukang baksonya mengajarkan kpd kita bahwa kebahagiaan itu sederhana yaitu hanya dengan bersyukur dan tetap menghargai umur. Buktinya, si bapak selalu tersenyum ikhlas ketika disapa, tetap gigih walau uda setengah baya.

    Tapi, kalo masalah penulisannya. Penulisannya kurang sesuai dengan EYD. Penggunaan titik dan koma nya itu masih kurang tepat. Bahasanya juga, ada pemborosan kata….

    hehehe… sory ya kalo gue sotoy… peace

  • damasmart

    Iya syukron atas masukannya, bener nih EYD n pemborosan kata masih menjadi kelemahan yang harus segera diperbaiki.. yang rajin ngetwitter ya, jgn lupa saran n kritikannya di tulisan tulisan gw berikutnya..

  • aisyahsarah

    iya “ti2k koma”nya akhi
    ex:
    – berbelanja kebutuhan jualan baksonya(koma)menariknya lelaki tua itu
    – oleh orang, (titik) beban hidup
    pembahasan sudut pandang ant sepertinya perlu ditambah n diperkuat lagi
    maap byk comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: