Kepemimpinan Karismatik Jokowi dan The Luck Factor

PENDAHULUAN

Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam organisasi yang unik, komplek dan sulit diperkirakan. Setiap anggota mempunyai karakteristiknya masing–masing dalam berhubungan dengan orang lain di dalam organisasi. Organisasi itu sendiri didirikan berdasarkan suatu tujuan atau memiliki visi dan misi organisasinya. Harapan dari masing–masing individu anggota tidak selalu sama atau sejalan dengan tujuan organisasi. Hal inilah yang mengakibatkan adanya dinamika yang diakibatkan dari pertemuan antara harapan dari keduanya. Oleh karena itulah dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat membangun kepercayaan dan keyakinan anggotanya. Pemimpin yang baik mampu mengelola aset organisasi yaitu anggota, dalam hal ini merupakan bagian yang paling kompleks yang menuntut perhatian yang cukup besar. Seorang pemimpin dikatakan berhasil dalam memimpin anggotanya ketika tujuan dari organisasi dapat diwujudkan tanpa mengesampingkan harapan dari  anggota.

Secara umum keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi selalu dikaitkan dengan kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi bawahan atau anggota agar memberikan pengabdiannya bersama-sama dalam mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan menjadi hal yang fundamental sepanjang sejarah dan sampai akhir jaman. Mulai dari nabi Adam hingga saat ini tidak berhenti untuk dibahas, menarik banyak ahli yang menjelaskan kepemimpinan..

Kepemimpinan adalah suatu proses dalam mempengaruhi orang lain agar mau atau tidak melakukan sesuatu yang diinginkan[1]. Ada juga yang mengatakan bahwa kepemimpinan (leadhership) adalah hubungan interaksi antara pengikut (follower) dan pemimpin dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karenanya para pemimpin organisasi seharusnya menyadari akan pentingnya penerapan kepemimpinan suatu organisasi, karena pemimpin merupakan motor penggerak, bukan saja terhadap alat-alat dan sumber keuangan serta material, tetapi juga manusia sebagai anggota. Penerapan kepemimpinan yang tepat dapat memberikan pengaruh positif terhadap semangat kerja anggota.

Salah satu yang menentukan keberhasilan dalam kepemimpinan, adalah karisma. Karisma merupakan suatu pesona seorang pemimpin dimata pengikutnya yang menjadikan mereka mau dan dengan senang hati dipimpin oleh pemimpin tersebut.  Dalam teori kepemimpinan karismatik dari House; diuraikan bahwa pemimpin karismatik dapat diidentifikasi dari bagaimana berperilaku, bagaimana mereka berbeda dengan orang lain, serta dalam kondisi yang bagaimana mereka memperoleh banyak kemungkinan untuk berkembang. Teori atribusi tentang kepemimpinan karismatik oleh Conger dan Kanungo, diasumsikan bahwa karisma adalah sebuah fenomena atribusi[2]. Atribusi karisma oleh pengikut tergantung kepada beberapa aspek perilaku pemimpin. Karisma lebih besar kemungkinannya akan diatribusikan kepada para pemimpin yang membela sebuah visi yang tidak sesuai dengan status quo, namun masih tetap berada dalam ruang gerak yang dapat diterima oleh para pengikut.

Banyak pemimpin karismatik di duinia, sejarah telah mencacat pemimpin-pemimpin besar seperti Adolf  Hitler sebagai orang karismatik bagi orang jerman, orang Amerika akan melihat Roosevelt dengan pandangan yang sama. Begitu pula dengan Indonesia yang melihat bahwa Soekarno adalah pemimpin berkarisma. Karisma akan dilekatkan pada seseorang yang dianggap peduli atau memperjuangk an kepentingan banyak orang. Proses pemilihan pemimpin di Indonesia juga tidak lepas dari proses pencarian pemimpin yang berkarisma mulai dari proses pemilihan kepala negara sampai proses pemilihan kepala daerah, masyarakat cenderung memilih pemimpin yang mereka anggap mempunyai karisma. Sebagai contoh pemilihan gubernur DKI tahun 2012 ini, sesosok Jokowi dipandang sebagai orang yang berkarisma dan sebagai antitesis gubernur incumben Fauzi Bowo, inilah yang menjadi keuntungan dan keberuntungan Jokowi dapat terpilih menjadi gubernur DKI untuk periode 2012-2017 mendatang.


PEMBAHASAN

Kepemimpinan Karismatik

Kepemimpinan  karismatik  selama  ini  selalu  identik  dengan  pengamatan  pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. Karisma  berasal dari bahasa  yunani diartikan  karunia  diispirasi  ilahi  (divenely  inspired  gift)  seperti  kemampuan meramal dimasa yang akan datang. Para ahli sepakat mengartikan karisma sebagai suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhan individual maupun kolektif para pengikut[3].

Hingga  sekarang  ini  para  ahli  belum  berhasil  menemukan  sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang  demikian  mempunyai  daya  tarik  yang  amat  besar  dan  karenanya  pada  umumnya mempunyai  pengikut  yang  jumlahnya  yang  sangat  besar,  meskipun  para  pengikut  itu  sering pula  tidak  dapat  menjelaskan  mengapa  mereka  menjadi  pengikut  pemimpin  itu.  Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers).  Kekayaan,  umur,  kesehatan,  profil  tidak  dapat  dipergunakan  sebagai kriteria  untuk  karisma.  Gandhi  bukanlah  seorang  yang  kaya,  Iskandar  Zulkarnain  bukanlah seorang  yang  fisik  sehat,  John  F  Kennedy  adalah  seorang  pemimpin  yang  memiliki  karisma meskipun  umurnya  masih  muda  pada  waktu  terpilih  menjadi  Presiden  Amerika  Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng’.

Teori Kepemimpinan Karismatik

Ada  teori  atribusi  yang  menyatakan  bahwa  kepemimpinan  karismatik  didasarkan  atas asumsi bahwa karisma adalah sebuah fenomena atribusi dan ada juga  teori  konsep  sendiri  yang  menyangkut  karismatik  seorang  pemimpin  dapat  dilihat  pada sejauh  mana  apeksi  seorang  pengikut,  keterlibatan  emosi  dan  motivasi  yang  tinggi  didasari pengorbanan jiwa yang luar biasa[4] selain konsep teori tinjauan psiko-analisa  karisma  seorang  pemimpin  diberlakukan  sangat  tidak  realistis  dan  tingkat identifikasi  ekstrim  oleh  para  pengikut  baik  melalui  pemindahan  karisma  masa  lalu  seperti karisma  trah  Ir.  Sukarno  yang  melegendaris  ada  pada  mantan  presiden  Megawati  yang mengarah  pada  kultus  dengan  berbagai  konsekuensi  negatif.  konsekuensi  karismatik  negatif dapat dilihat dari pola hubungan antara lain[5] :

  1. Hubungan antar pribadi yang jelek tidak sesuai dengan pendahulunya
  2. Konsekuensi negatif dari prilaku impulsif dan tidak konvensional
  3. Konsekuensi negatif dari manajemen kesan bahwa dirnya sangat dibutuhkan pengikut

atau karena sekedar mendompleng nama pendahulunya

  1. Praktik  administrasi  lemah,  karismatik  dalam  memimpin  tapi  sangat  lemah  dalam penataan aktiftas yang membutuhkan dukungan administratif
  2. Konsekuensi  negatif  dari  dari  rasa  percaya  diri  yang  lemah  karena  berbeda  kapasitas dan kredibilitas dan dirinya memuja dirinya berlebihan (Narcisis)
  3. Gagal untuk merencanakan suksesi kepemimpinan karena belum tentu ada yang selevel dengan dirinya sehingga mematikan pengkaderan dlam organisasi.

Karakteristik pemimpin yang karismatik dijelaskan oleh sebagai berikut[6]:

  1. Mempunyai daya penarik yang sangat besar, karena itu umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya juga besar.
  2. Pengikutnya tidak dapat menjelaskan, mengapa mereka tertarik mengikuti dan menaati pemimpin itu.
  3. Seolah-olah mempunyai kekuatan gaib.
  4. Karisma yang dimiliki tidak bergantung pada umur, kekayaan, kesehatan, ataupun  ketampanan si pemimpin.

Sementara itu, Nurkolis mengungkapkan bahwa seorang pemimpin karismatik mempunyai tujuh karakteristik kunci, yaitu percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan visi, memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya, memiliki perilaku yang berbeda dari kebiasaan orang, merasa sebagai agen pembaru dan sensitif terhadap lingkungan.

Kepemimpinan Karismatik Jokowi

Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta21 Juni 1961; umur 51 tahun, lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 20052015. Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu “Solo: The Spirit of Java”. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008”[7].

Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota 2 tahun lalu dengan hampir 91%. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya  juga disukai masyarakat. Ditambah akhir akhir ini di tahun 2012 jokowi berhasil mempopulerkan mobil eSeMKa yang ingin dijadikannya mobil nasional.

Beberapa kebijakan Jokowi selama menjabat walikota Surakarta

  1. Pertama kebijakan pembatasan Mall di kota Solo yang pada hakikatnya pembanguan Mall merupakan salah satu indikator kota modern di zaman ini begitu pula dari sektor ekonomi dari pembangunan Mall dapat memutar roda ekonomi bahkan menciptakan lapangan kerja, beralasan memang kebijakan ini ditujukan untuk melindungi pasar tradisional di kota Solo yang tergolong cukup banyak hingga saat ini.
  2. Kedua kebijakan one day service ini melayani perijinan seperti investasi di kota Solo dengan dengan pelayanan satu atap dan sehari sudah jadi, bahkan transparansi keuangan investasi di tampilkan di tempat tersebut. Ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa menurut saya ketika itu dan bahkan saat ini sudah ditiru oleh berbagai kota atau kabupaten di Indonesia.
  3. Merelokasi Taman Banjarsari kota Solo ini dari pedagang kaki lima, akan tetapi berbeda dengan biasanya walkot ini tidak menggunakan satpol PP untuk menggusur pedagang kaki lima tapi menggunakan pendekatan persuatif mengajak ketemuan perwakilan pedagang hingga lebih dari 50 kali tuturnya.
  4. Menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Penduduk yang paling miskin memperoleh kartu platinum. Mendapat fasilitas gratis seluruhnya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, kartu gold mendapat fasilitas, tapi tidak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya disubsidi pemkot untuk kebutuhan tertentu. Sama halnya dengan juga berlaku untuk kesehatan warga kota Surakarta.

Prestasi dan Penghargaan[8]:

  1. Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
  2. Menjadi walikota terbaik tahun 2008
  3. Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
  4. Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award

Selain itu, berkat kepemimpinan Jokowi, kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya

  1. Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  2. Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  3. Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  4. Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
  1. Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia

 Pemilukada DKI tahun 2012, Jokowi sebagai Antitesis Incumbent

Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012 berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 2 calon kandidat gubernur, pemilukada tahun ini diramaikan oleh 6 pasangan calon yang berkompetisi memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur. Pasangan calon terdiri dari 4 pasangan calon yang diusung partai dan 2 pasangan calon independen atau non partai. Pada putaran pertama secara mengejutkan pasangan Jokowi Ahok memperoleh suara tertinggi 43% disusul oleh incumbent Foke dengan 33% suara, hal ini mengejutkan karena berdasarkan hasil survay sebelum pemilihan pasangan incumbent  selalu diunggulkan. Menarik pada putaran kedua hampir seluruh pasangan calon yang kalah pada putaran kedua memberikan suaranya kepada Foke atau incumbent sedangkan Jokowi Ahok tetap diusung oleh 2 partai saja. Setelah pemilihan putaran kedua tampak kemenangan di tangan Jokowi dengan perolehan suara 54% sedangkan Foke 46% suara, ada sesuatu hal yang menarik terjadi dalam pemiluda DKI di tahun 2012 ini. Menurut Musholi Kemenangan Joko Widodo pada Pilkada DKI Jakarta dinilai menjadi antitesis bagi kepemimpinan “incumbent”  yang sangat birokratis dan arogan. “Jokowi merupakan sosok langka di negeri ini. Jujur, polos dan berintegritas”. Direktur Program Pemberdayaan SDM Strategis PPSDM Drs. Musholi di Jakarta[9].

The Luck Factor dari Jokowi

Banyak pemangat yang menyatakan bahwa kemenangan Jokowi Ahok tidak lepas dari peran media dalam membentuk opini publik  dan media yang juga dalam hal tertentu  mampu membentuk orang. Menurut pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro, Pak Jokowi sangat mendapatkan peluang besar dengan media darling[10].

Pernyataan Siti Zuhro itu tampaknya bukan pertama tapi juga dikemukakan sejumlah pengamat dan politisi. Media yang mengangkat sosok Jokowi malah bukan hanya di dalam negeri tapi bahkan sampai manca Negara. Media Amerika Serikat, New York Times dalam artikel berjudul, “Outsider Breathing New Ideas Into Jakarta Election”, juga menonjolkan figur Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta, termasuk keunggulannya atas Fauzi Bowo yang diibaratkan gajah karena didukung partai-partai besar, sementara diri Jokowi sebagai semut. Menurut Sekjen PPP, M Romahurmuziy, kemenangan Joko Widodo dalam Pemilukada DKI, dipandang sebagai kemenangan media. Politisi ini menilai, media sukses membentuk persepsi publik di tengah masyarakat Jakarta yang rasional dan tersentuh dengan kebersahajaan Jokowi. Sosok Fauzi Bowo dibuat kalah ‘ngetop’ ketimbang Jokowi.  Alamiah media yang semakin laku ketika mampu menjajakan kebaharuan, membuat Jokowi menjadi media darling. Ditambah lagi kareena figurnya yang 180 derajat diametral dengan Foke.

Patut jadi pertanyaan, apakah kemenangan Jokowi itu karena media massa sukses menjadikannya sebagai pemimpin atau media sekadar menemukan sosok ideal pemimpin yang kemudian mengangkatnya ke permukaan? Maksudnya, terpilihnya Jokowi memimpin Jakarta adalah karena pencitraan media, atau dia memang benar-benar seorang pemimpin yang karena itu media dengan senang hati mau mencuatkannya sehingga dikenal luas masyarakat?

Harus diakui, keberuntungan memihak kepak Jokowi dimana media demikian gencar mengangkat sosok Jokowi. Foke dalam debat kampanye putaran kedua di televisi, sempat pula mempertanyakan kesuksesan pencitraan Jokowi yang dinilai hanya lewat janji-janji.  Menurut Siti Zuhro, media memang sangat berperan penting dalam pembentukan figur tertentu. Media apapun baik elektronik maupun cetak memiliki peran luar biasa dan sangat efektif. Media darling terhadap Jokowi karena banyaknya opini tentang Jokowi yang lebih positif membentuk sosok Jokowi.

Peran media dalam memenangkan Jokowi-Ahok pada pilgub DKI memang cukup besar. Jokowi sendiri mengakui hal itu. Menurut Jokowi,  salah satu yang berkontribusi besar terhadap keunggulannya dalam Pilgub DKI adalah media. Gencarnya pemberitaan mengenai dirinya dalam 4-6 bulan terakhir dengan pemberitaan mobil EsEMKa nya membuat warga Jakarta mengenal sosok mereka.  Keberadan media sama halnya dengan keberadaan mesin pemenangan Jokowi-Ahok, yaitu antara ada dan tiada tapi nyatanya bekerja dengan hasil yang jelas.

PENUTUP

Karisma sebagai suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut. seorang pemimpin karismatik mempunyai tujuh karakteristik kunci, yaitu percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan visi, memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya, memiliki perilaku yang berbeda dari kebiasaan orang, merasa sebagai agen pembaru dan sensitif terhadap lingkungan.

Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota Surakarta dengan hampir 91% dan kemenangan pada Pemilukada DKI 2012 ini menandakan Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya tidak hanya disukai masyarakat Surakarta tapi juga masyarakat Ibu Kota DKI Jakarta dan dinilai sebagai agen pembaharu yang sensitif terhadap lingkungan, percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan visi, memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya, memiliki perilaku yang berbeda dari kebiasaan orang.

Keberuntungan memihak kepak Jokowi dimana peran media dalam membentuk opini publik  dan media yang juga dalam hal tertentu  mampu membentuk orang.  media sukses membentuk persepsi publik di tengah masyarakat Jakarta yang rasional dan tersentuh dengan kebersahajaan Jokowi. Sosok Fauzi Bowo dibuat kalah ‘ngetop’ ketimbang Jokowi.  Alamiah media yang semakin laku ketika mampu menjajakan kebaharuan, membuat Jokowi menjadi media darling. Ditambah karena figurnya yang 180 derajat diametral atau antisis dengan Foke.


DAFTAR PUSTAKA

Conger, J.A.& Kanungo, R.N. 1997. Pemimpin Karismatik. Bina Aksara. Jakarta. Indonesia

Garry, Yukl. Kepemimpinan dalam organisasi, , terj. Jusuf udaya, Prehalindo, Jakarta,1994.

Matondang, M.H. 2008. Kepemimpinan Budaya Organisasi dan Manajemen Strategik. Cetakan ke-1. Yogyakarta: Graha Ilmu.

M. Ngalim Purwanto, et.al.1991. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Shamir, B., House, R.J., and Arthur, M,B, (1993). The motivational effects of charismatic leadership: a self-concept based theory. Organizational Science.

Internet

Antaranews.com 15 Juli. 2012. Diakses tanggal 20 Oktober 2012

detikcom, Kamis 20/9/2012. Diakses tanggal 20 oktober 2012

Tempointeraktif edisi Luarbiasa Akhir Tahun 2008. Diakses 8 Januari 2009

Disusun oleh:

Damas Dwi Anggoro  1206189884

PROGRAM PASCA SARJANA

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS INDONESIA


[1] Matondang, M.H. 2008. Kepemimpinan Budaya Organisasi dan Manajemen Strategik. Cetakan ke-1. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal. 5

[2] Garry, Yukl. Kepemimpinan dalam organisasi, , terj. Jusuf udaya, Prehalindo, Jakarta,1994.Hal 291

[3] Garry, Yukl. Kepemimpinan dalam organisasi, , terj. Jusuf udaya, Prehalindo, Jakarta,1994. Hal 291

[4] Shamir, B., House, R.J., and Arthur, M,B, (1993). The motivational effects of charismatic leadership: a self-concept based theory. Organizational Science. 4: 577-594.

[5] Garry, Yukl. Kepemimpinan dalam organisasi, , terj. Jusuf udaya, Prehalindo, Jakarta,1994. Hal 292

[6] M. Ngalim Purwanto, et.al. 1991. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya. hal 46

[7] Tempointeraktif edisi Luarbiasa Akhir Tahun 2008. Diakses 8 Januari 2009

[8] Tempointeraktif edisi Luarbiasa Akhir Tahun 2008. Diakses 8 Januari 2009

[9] Antaranews.com 15 Juli. 2012. Diakses tanggal 20 Oktober 2012

[10] detikcom, Kamis 20/9/2012. Diakses tanggal 20 oktober 2012

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: