Analisis Kemenangan Jokowi dalam Pilkada DKI 2012

Jokowi1

Pemilukada DKI tahun 2012, Jokowi sebagai Antitesis Incumbent

Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012 berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 2 calon kandidat gubernur, pemilukada tahun ini diramaikan oleh 6 pasangan calon yang berkompetisi memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur. Pasangan calon terdiri dari 4 pasangan calon yang diusung partai dan 2 pasangan calon independen atau non partai. Pada putaran pertama secara mengejutkan pasangan Jokowi Ahok memperoleh suara tertinggi 43% disusul oleh incumbent Foke dengan 33% suara, hal ini mengejutkan karena berdasarkan hasil survay sebelum pemilihan pasangan incumbent selalu diunggulkan. Menarik pada putaran kedua hampir seluruh pasangan calon yang kalah pada putaran kedua memberikan suaranya kepada Foke atau incumbent sedangkan Jokowi Ahok tetap diusung oleh 2 partai saja. Setelah pemilihan putaran kedua tampak kemenangan di tangan Jokowi dengan perolehan suara 54% sedangkan Foke 46% suara, ada sesuatu hal yang menarik terjadi dalam pemiluda DKI di tahun 2012 ini. “Kemenangan Joko Widodo pada Pilkada DKI Jakarta dinilai menjadi antitesis bagi kepemimpinan “incumbent”  yang sangat birokratis dan arogan. Dan Jokowi merupakan sosok langka di negeri ini. Jujur, polos dan berintegritas”, menurut  Direktur Program Pemberdayaan SDM Strategis PPSDM Drs. Musholi[1]. Tidak berlebihan jika Pak Musholi menganggap bahwa sesosok Jokowi adalah antitesis dari calon gubernur incumbent yang arogan, ini menjadikan keuntungan tersendiri bagi Jokowi dalam pilkada putaran kedua dimana hanya ada 2 pasangan calon sehingga masyarakat pemilih sudah bisa mengerti dan membedakan dari karakter kedua pasangan calon tersebut.

The Luck Factor dari Jokowi

Banyak pengamatt yang menyatakan bahwa kemenangan Jokowi Ahok tidak lepas dari peran media dalam membentuk opini publik dan media yang juga dalam hal tertentu  mampu membentuk orang. Menurut pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro, Pak Jokowi sangat mendapatkan peluang besar dengan media darling[2].

Pernyataan Siti Zuhro itu tampaknya bukan pertama tapi juga dikemukakan sejumlah pengamat dan politisi. Media yang mengangkat sosok Jokowi malah bukan hanya di dalam negeri tapi bahkan sampai manca Negara. Media Amerika Serikat, New York Times dalam artikel berjudul, “Outsider Breathing New Ideas Into Jakarta Election”, juga menonjolkan figur Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta, termasuk keunggulannya atas Fauzi Bowo yang diibaratkan gajah karena didukung partai-partai besar, sementara diri Jokowi sebagai semut. Menurut Sekjen PPP, M Romahurmuziy, kemenangan Joko Widodo dalam Pemilukada DKI, dipandang sebagai kemenangan media. Politisi ini menilai, media sukses membentuk persepsi publik di tengah masyarakat Jakarta yang rasional dan tersentuh dengan kebersahajaan Jokowi. Sosok Fauzi Bowo dibuat kalah ‘ngetop’ ketimbang Jokowi.  Secara alami media yang semakin laku ketika mampu menjajakan perubahan, membuat Jokowi menjadi media darling. Ditambah lagi kareena figurnya yang 180 derajat diametral dengan Foke.

Patut jadi pertanyaan, apakah kemenangan Jokowi itu karena media massa sukses menjadikannya sebagai pemimpin atau media sekadar menemukan sosok ideal pemimpin yang kemudian mengangkatnya ke permukaan? Maksudnya, terpilihnya Jokowi memimpin Jakarta adalah karena pencitraan media, atau dia memang benar-benar seorang pemimpin yang karena itu media dengan senang hati mau mencuatkannya sehingga dikenal luas masyarakat?

Harus diakui, keberuntungan memihak kepak Jokowi dimana media demikian gencar mengangkat sosok Jokowi. Foke dalam debat kampanye putaran kedua di televisi, sempat pula mempertanyakan kesuksesan pencitraan Jokowi yang dinilai hanya lewat janji-janji.  Media memang sangat berperan penting dalam pembentukan figur tertentu. Media apapun baik elektronik maupun cetak memiliki peran luar biasa dan sangat efektif. Media darling terhadap Jokowi karena banyaknya opini tentang Jokowi yang lebih positif membentuk sosok Jokowi ketimbang pemberitaan terhadap Fauzi Bowo.

Peran media dalam memenangkan Jokowi-Ahok pada pilgub DKI memang cukup besar. Jokowi sendiri mengakui hal itu. Menurut Jokowi,  salah satu yang berkontribusi besar terhadap keunggulannya dalam Pilgub DKI adalah media. Gencarnya pemberitaan mengenai dirinya dalam 4-6 bulan terakhir dengan pemberitaan mobil EsEMKa nya membuat warga Jakarta mengenal sosok mereka.  Keberadan media sama halnya dengan keberadaan mesin pemenangan Jokowi-Ahok, yaitu antara ada dan tiada tapi nyatanya bekerja dengan hasil yang jelas.

Perubahan DKI di masa depan

Menjadi tantangan tersendiri dari Jokowi untuk memimpin Jakarta 5 tahun mendatang, persoalannya tidak hanya bagaimana untuk membangun Jakarta akan tetapi ada ganjalan dari legislatif dimana partai dari pendukung Jokowi sangatlah minim ini yang bisa dimungkinkan untuk menghambat kebijakan dari Jokowi. Selain itu pengalaman Jokowi dalam memimpin kota besar sangatlah kurang mengingat Solo adalah kota administrasi yang kecil. Bagaimanapun juga Jokowi butuh adaptasi dan penyesuaian yang membutuhkan waktu sehingga tidak dapat diharapkan perubahan yang mendasar bagi ibu kota Jakarta dalam waktu dekat.

Kepemimpinan perubahan Jokowi menjadi taruhan dalam merubah ibu kota Jakarta, pasalnya Jokowi mampu merubah tatanan dari yang tidak biasa di kota Solo. Apakah kepemimpinan Jokowi mampu untuk mengatasi semua permasalahan Jakarta, masih banyak pihak yang meragukannya. Artinya tidak akan ada perbuhan yang signifikan dari ibu kota Jakarta setelah dipimpin Jokowi terutama dalam waktu dekat ini.

 

Sumber

Antaranews.com 15 Juli. 2012. Diakses tanggal 26 November 2012

detikcom, Kamis 20/9/2012. Diakses tanggal 26 November 2012


[1] Antaranews.com 15 Juli. 2012

[2] detikcom, Kamis 20/9/2012

Written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: