Investasi, belajar dari Redenominasi dan Dinar

dinar
Tak kunjung di sahkan UU Redenominasi rupiah di DPR, menarik perhatian publik saat ini. Rencana Bank Indonesia untuk melakukan redenominasi rupiah yang rencananya akan melakukan sosialisasi redenominasi januari 2013 ini pada akhirnya mundur dikarenakan mengundang banyak kritik dari berbagai pihak dari ahli ekonomi, pengamat ekonomi, para pelaku bisnis dan pihak-pihak lainnya. Pada dasarnya redenominasi rupiah ini berbeda dengan sanering atau pemotongan nilai mata uang.
Sederhananya redenominasi yaitu penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah mengubah nilai tukarnya. Pada waktu terjadi inflasi, jumlah satuan moneter yang sama perlahan-lahan memiliki daya beli yang semakin melemah. Dengan kata lain, harga produk dan jasa harus dituliskan dengan jumlah yang lebih besar. Ketika angka-angka ini semakin membesar, mereka dapat memengaruhi transaksi harian karena risiko dan ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh jumlah lembaran uang yang harus dibawa, atau karena psikologi masyarakat yang tidak efektif menangani perhitungan angka dalam jumlah besar.
Sedangkan Sanering sendiri merupakan pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang, dengan tidak dilakukan sama pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyakat menurun. Sanering rupiah bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga, yang biasanya dilakukan karena terjadi inflasi yang sangat tinggi (hiperinflasi). Berbeda dengan redenominasi yang dilakukan ketika perekonomian negara sehat dan tingkat inflasi masih stabil.
Redenominasi rupiah hanya salah satu alternatif seperti di Turki yang membuat redenominasi lira Turki, sebagai contoh negara yang berhasil dalam melakukan redenominasi. Demikian juga dengan Brazil yang me-redenominasi mata uang cruzeiro mereka.
Jika UU Redenominasi disahkan maka mulai 2014 akan dimunculkan mata uang baru hasil redenominasi, sehingga ada 2 mata uang yang beredar di masyarakat. Kemudian, secara bertahap sampai 2017 redenominasi dilakukan dan mata uang Rupiah lama akan hilang di masyarakat.
Skema antara Redenominasi dengan Sanering
Pada redenominasi, bila terjadi redenominasi tiga digit (tiga angka nol), maka dengan uang sebanyak Rp. 4,5 tetap dapt membeli 1 liter bensin. Karena harga liter bensin juga dinyatanyak dalam satuan pecahan yang sama (baru). Pada sanering, bila terjadi sanering per seribu rupiah, maka dengan Rp. 4,5 hanya dapat membeli 1/1000 atau 0,001 liter bensin. Sumber (http://www.redenominasirupiah.com/)
Pada dasarnya sudah menjadi fitrah sistem perekonomian klasik oleh keynes beberapa ratus tahun silam bahwa adanya inflasi mata uang yang mengakibatkan turunnya nilai mata uang uang (kertas), sehingga menjadi wajibnya redenominasi di suatu waktu dalam sistem ekonomi makro untuk kepentingan efisiensi. Berbeda dengan mata uang dinar ataupun dirham yang mempunyai nilai mata uang yang tetap dari jaman nabi sampai sekarang 1 dinar cukup untuk membeli 1 ekor kambing, itulah hebat sistem mata uang islam yang dicontohkan Nabi.
Diriwayatkan dari ‘Urwa : “Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. ‘Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ‘Urwa. Sehingga ‘Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) – bahkan seandainya dia membeli debu” (HR Ahmad)
Pada zaman Rasulullah harga kambing di kisaran 1-2 dinar, sampai saat ini pun dgn 1-2 dinar (saat ini Rp 1,5jutaan) masih bisa untuk membeli kambing. Bandingkan dengan rupiah yang 40 tahun lalu harga kambing di kisaran Rp 800, sekarang sudah jutaan rupiah, menurut data statistik dan prediksi 40 tahun yg akan datang harga kambing akan berada di kisaran Rp 5,5 milyar! (Jika tidak ada redenominasi rupiah).
Properti mungkin bisa dijadikan pilihan untuk investasi jangka panjang, tetapi kelebihan dinar adalah sangat liquid. Berbeda dengan properti yang terkadang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjualnya, dinar emas bisa ditukar uang hari itu juga.
Bahkan dengan semakin banyaknya pengguna dinar, transaksi dapat dilakukan dengan sesama pengguna.
Skema Dinar dengan rupiah
Tabungan Haji
Haji ONH biasa
Tahun 2000 – 70 dinar
Tahun 2009 – 26 dinar
Tahun 2015 – 15 dinar (prediksi)
(http://www.dinar-online.com/)
Selamat Belajar tentang Dinar dan Selamat Berinvestasi . .
Written by damasmart

About damasmart

Traveling, Photography and Culinary Lover Motto Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu Visi Menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat (learning and teaching) Misi Mengambil yang baik2, dengan cara yang baik dan untuk menghasilkan yang terbaik Always aim high, strive to get there View all posts by damasmart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Book of Life

Write Your Own Story

Meilisa-Rosyadi

duniaku, duniamu . dunia kita :D

Taufiq_Qipot NgeBlog

" Ajarilah Anakmu Sastra! Agar ia menjadi Pemberani "

berhenti sejenak

Just another abu faqih's weblog

%d bloggers like this: